Siapa Kami: Didirikan pada tahun 2015 oleh Yudhi Soerjoatmodjo dan Adi Respati, dapoerdongeng hadir sebagai respon terhadap kebutuhan pembudaan belajar (learning culture) yang lebih holistik dan berdampak. Kami bukan Event Organizer; kami adalah konsultan dan mitra pelaksana yang memadukan keahlian budaya pembelajaran, manajemen pengetahuan, dan strategi dampak sosial.
Filosofi Learning Culture Kami: Kami percaya bahwa perubahan perilaku yang berkelanjutan hanya bisa terjadi melalui proses pembudayaan belajar yang diracik dengan cerdik. Baik itu mengajarkan literasi finansial kepada perempuan, melatih petani muda, atau mengajak anak-anak mencintai museum, pendekatan kami selalu berpusat pada pengalaman manusia dan kearifan lokal yang didukung oleh riset data.
Tim & Jaringan: Kolaborasi kami dengan jejaring pakar lintas disiplin —mulai dari psikolog pendidikan, pakar keuangan, data scientist, ahli agronomi, hingga juru masak keraton— memastikan setiap solusi yang kami tawarkan memiliki landasan keilmuan yang kuat, eksekusi yang sempurna, dan menciptakan dampak positif bagi mitra/klien kami, para penerima manfaat, dan pemangku kepentingan.
Foto: Syaifudin Vifick (banner). Hak cipta milik masing-masing fotografer/videografer untuk dapoerdongeng noesantara (c)